Meningkatkan Protektifitas Terhadap Serangan Berbagai Serovar Avibacterium

Infectious coryza merupakan penyakit unggas yang telah umum diketahui oleh masyarakat perunggasan di Indonesia.Penyakit ini menyerang saluran respirasi bagian atas dan umumnya bersifat akut, agen infectious penyakit ini adalah bakteri Avibacterium (Haemophillus) paragallinarum. Kerugian ekonomi yang signifikan terjadi akibat meningkatnya jumlahayam air, penurunan produksi telur dari 10% hingga 40%, terutama pada ‘multi-age farm’. Penyakit ini menyerang ayam semua umur dan umumnya pada ayam di periode “growing chicken” dan layers. Gejala klinis yang paling umum ditemukan berupa leleran hidung, kebengkakan pada wajah, lakrimasi, tidak mau makan (anoreksi) dan diare.Penurunan konsumsi pakan dan minum akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan anak ayam dan menurunkan produksi ayam petelur. Vaksinasi merupakan langkah yang tepat dalam mencegah timbulnya infeksi penyakit Coryza. Tindakan pengobatan kurang efektif untuk mencegah coryza, tetapi cukup baik untuk mengurangi infeksisekunder.

Sampai saat ini para peternak unggas masih bingung dalam menentukan jenis vaksin apa yang dapat digunakan untuk memproteksi unggasnya dari serangan Coryza di lapangan. Di Indonesia sendiri secara umum terdapat dua jenis vaksin Coryza yang beredar yaitu bivalent bacterin (serovar A dan C) dan trivalent bacterin (serovar A, B, dan C). Sebuah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui level protektifitas dari antibodi Coryza baik bivalent dan trivalent bacterin dalam melawan Avibacterium (Haemophillus) paragallinarum isolat lapangan (serovar A-1, A-2, B-1 dan C-2). Hasil penelitian seperti tampak pada Tabel 1.

Potensi vaksin Coryza dinyatakan memenuhi syarat jika sedikitnya level protektifitas pada ayam yang divaksinasi mencapai 70% (FOHI, 2007). Berdasarkan data pada Tabel 1 dapat dinyatakan bahwa, vaksin bivalent (A-1 dan C-1) mampu memberikan proteksi antar serovar yang homolog yaitu sesama A-1 dan sesama C-1 serta memiliki cross proteksi antar sesama serovar A dan sesama serovar C, tetapi tidak mampu memproteksi serovar B-1. Pada vaksin trivalent (A-1, B-1 dan C-2) terbuka mampu memberikan proteksi terhadap keempat Isolat lapang A-1, A-2. B-1 dan C-2 dengan level proteksl sedikitnya 70% protekif. Sehingga kesimpulannya semakin lengkap serovariant B, maka akan semakin tinggi level proteksi yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan vaksin coryza trivalent dengan serovar A, B dan C terbukti mampu memberikan proteksi yang lebih maksimum dibandingkan vaksin coryza bivalent yang hanya mengandung serovar A dan C.

Ada beberapa pendapat yang mengatakan serovar B itu tidak penting peranannya terhadap infeksi coryza. Padahal serovar B tidak kalah pentingnya dengan serovar lainnya karena ternyata serangan serovar B dapat berpengaruh terhadap penurunan produksi telur. Apakah serovar B sudah ada di Indonesia? Berdasarkan pernyataan dari Poernomo S (2000) Balitvet bahwa di Indonesia telah ditemukan 3 serotipe coryza yaitu A, B dan C, hal ini semakin menjelaskan bahwa pencegahan infeksi coryza di Indonesia sangatlah dibutuhkan terhadap ke tiga serotipe tersebut.
Boehringer Ingelheim Vetmedica selalu melakukan inovasi dan terus mengevaluasi perkembangan vaksin coryza di dunia dan hingga saat ini Boehringer Ingelheim Indonesia merupakan satu-satunya produsen di Indonesia yang memproduksi vaksin coryza dengan serovar terlengkap A, B, C, plus dua strain B lapang (3 strain standard + 2 strain variant lapang). Volvac AC Plus Bacterin dan VoIvac AC Plus Emulsion Bacterin dibuat khusus untuk mengatasi problem coryza pada unggas dan tersedia dalam dua sedia an adjuvant berkualitas masing-masing

Aluminum Hydroxide dan Oil Emulsion, hal ini membantu peternak dalam melakukan program vaksinasi sejak dini. Volvac AC Plus Bacterin dengan adjuvant Aluminum Hydroxide direkomendasi untuk vaksinasi awal sebagai immunostimulan yang baik karena adjuvantnya lebih cepat diserap. Volvac AC Plus Emulsion Bacterin dengan adjuvant Oil Emulsion sangat baik digunakan sebagai booster dari vaksinasi awal untuk meningkatkan kekebalan dan mempertahankannya dalam jangka waktu yang lama.

JADI… TUNGGU APALAGI? Volvac AC Plus Bacterin dan Volvac AC Plus Emulsion Bacterin terbukti mampu memberikan proteksi maksimum melawan infeksi coryza di lapangan. Bagaimana dengan farm Anda? SEGERA ATASI CORYZA dan BUKTIKAN KEUNGGULAN VOLVAC!!